Kamis, 26 Mei 2011

Bensin : Cairan Kehidupan

Isi Bensin
Memang agak lebay judulnya. Tapi ini merepresentasikan kebutuhan kita akan bensin di setiap kegiatan keseharian kita. Hampir semua manusia butuh bensin. Apalagi bagi pengguna kendaraan bermotor. Bensin adalah air minum bagi kendaraan kita.

Bensin atau dikenal juga dengan petrol (biasa disebut gasoline di Amerika Serikat dan Kanada) adalah cairan campuran yang berasal dari minyak bumi. Sebagian besar bensin tersusun dari hidrokarbon. Di banyak tempat di Sumatera, bensin disebut juga dengan minyak. Kini bensin sudah hampir mejadi kebutuhan pokok masyarakat dunia yang semakin dinamis. Bahkan orang Amerika menggunakan 1,36 miliar liter bensin setiap hari. Karena merupakan campuran berbagai bahan, daya bakar bensin berbeda-beda menurut komposisinya. Ukuran daya bakar ini dapat dilihat dari Bilangan Oktan setiap campuran.

Pertamini
Di Indonesia, bensin diperdagangkan dalam dua kelompok besar: campuran standar, disebut premium, dan bensin super. Bensin bisa didapatkan dimanapun. Mulai dari pertamina sampai pertamini. Mulai dari SPBU sampai pedagang eceran. Harga di SPBU dan eceran relatif tidak jauh berbeda. Tetapi kita harus waspada dengan kemurnian dari bensin yang dijual secara eceran. Jadi, waspadalah...waspadalah...

Cara Kerja Bensin dalam Mesin
Cara kerja bensin
  1. Bensin dari tangki masuk ke dalam karburator. Kemudian bercampur dengan udara. Pada mesin modern, peran karburator digantikan oleh sistem injeksi. Sebuah sistem pembakaran baru yang bisa meminimalisir emisi gas buang kendaraan.
  2. Campuran bensin dan udara kemudian dimasukkan ke dalam ruang bakar.
  3. Selanjutnya, campuran bensin dan udara yang sudah berbentuk gas, ditekan oleh piston hingga mencapai volume yang sangat kecil.
  4. Gas ini kemudian dibakar oleh percikan api dari busi.
  5. Hasil pembakaran inilah yang menghasilkan tenaga untuk menggerakkan kendaraan.
 Dalam kenyataannya, pembakaran gas di dalam mesin tidak berjalan dengan sempurna. Salah satu masalah yang sering muncul adalah “ketukan di dalam mesin”, atau disebut sebagai "mesin ngelitik" atau knocking. Jika dibiarkan, knocking dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Knocking terjadi karena campuran udara dan bahan bakar terbakar secara spontan karena tekanan tinggi di dalam mesin, bukan karena percikan api dari busi.
Penyebab knocking ada beberapa macam, yaitu:
  1. Pemakaian bensin yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin.
  2. Ruang bakar sudah kotor dan berkerak.
  3. Penyetelan pengapian yang kurang tepat.
Nama Produk Bensin
Bensin memiliki berbagai nama, tergantung pada produsen dan Oktan. Beberapa jenis bensin yang dikenal di Indonesia diantaranya:
  • Premium, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 87.
  • Pertamax, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 92.
  • Pertamax Plus, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 95.
  • Pertamax Racing, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 100. Khusus untuk kebutuhan balap mobil.
  • Primax 92, produksi Petronas yang memiliki Oktan 92.
  • Primax 95, produksi Petronas yang memiliki Oktan 95.
  • Super 92, produksi Shell yang memiliki Oktan 92.
  • Super Extra 94, produksi Shell yang memiliki Oktan 94.
  • Performance 92, produksi Total yang memiliki Oktan 92.
  • Performance 95, produksi Total yang memiliki Oktan 95
Karena bensin merupakan sumber tenaga yang dapat habis dipakai, mari kita mendukung gerakan hemat BBM.
(Sumber : wikipedia.org)

Semoga bermanfaat...
MiRC...Ride For Humanity

Selasa, 24 Mei 2011

Friendship Is Never Die

Indahnya Kebersamaan...
Ini sebuah artikel biasa, tetapi kalo udah dibaca
ternyata cukup mengharukan dan menyentuh hati,
artikel ini saya persembahkan
buat teman-teman sekalian...

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…


Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Eratnya Persahabatan Sejati

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”**

Posting by MiRC-030 (Bro Subas)

Senin, 23 Mei 2011

Apa yang Anda Ketahui tentang "Safety Riding"

Para Bro-bro MiRC go to Talang Padang. . .
Kondisi seperti saat ini membuat sepeda motor menjadi pilihan paling praktis dan ekonomis sebagai alat transportasi baik pribadi maupun keluarga.
Kemampuan melalui jalan yang relatif kecil (selap selip) seakan membuat motor menjadi kendaraan ‘bebas macet’ dan efektif, sementara itu juga konsumsi BBM yang sangat irit membuat kendaraan ini sangatlah ekonomis.

Namun sayang juga ketika demikian mudahnya memperoleh sepeda motor, tetapi tidak dibarengi dengan kesadaran untuk belajar berkendara dengan baik dan aman. Masih banyak kita lihat orang mengendarai motor dengan sekencang-kencangnya, atau sangat lambat dan lain-lain yang membahayakan dirinya juga orang lain disekitarnya. Menurut survey tim safety riding course, lebih dari 50% kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain faktor kendaraan dan lingkungan.

Mungkin disinilah perlunya kita ikut suatu klub motor. Apakah itu klub motor sejenis maupun klub motor berbagai merek, yang penting adalah klub yang bisa membina kita menjadi bikers yang baik dan tertib.
Klub motor yang baik salah satunya adalah klub yang peduli dengan keselamatan dan keamanan berkendara.
Beberapa klub yang saya kenal, melakukan acara khusus untuk melatih dan memberi pencerahan tentang keselamatan dan keamanan berkendara. Bahkan untuk menggelar acara tersebut dilibatkan juga beberapa vendor sebagai sponsor, yang artinya semua sepakat akan pentingnya keselamatan.

Safety Riding ! Sama halnya dengan istilah Safety Driving bagi pengguna mobil, istilah Safety Riding mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dalam pelatihan Safety Riding, disajikan dalam teori dan praktek.
Umumnya dalam teori dijelaskan seputar keselamatan berkendara, pentingnya pemanasan tubuh saat hendak berkendara, kesiapan kendaraan, posisi berkendara yang ideal, dan lain-lain.

Kesiapan berkendara yang diperlukan untuk sepeda motor antara lain:

  • Sarung Tangan, sebaiknya memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah tangan dan bahan yang dapat menyerap keringat serta tidak licin saat memegang grip/handle motor.
  • Jaket, sebaiknya mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun efek negatif kala terjadi benturan baik kecil maupun besar.
  • Helm (minimal Half Face), sebaiknya mampu memberikan proteksi lebih kepada kepala, poin inilah yang selalu dilewatkan oleh tipikal bikers pengguna helm ‘cetok’ dan sejenisnya.
  • Sepatu, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh lapisan kaki.
Road Captain Memberikan Contoh yang Benar Dalam Berkendara... Perlu di contoh nniiiihhh...

Secara umum untuk pelatihan praktek Safety Riding diajarkan:

  • Teknik pengereman dengan hanya mengandalkan rem depan, rem belakang, dan kombinasi keduanya. Teknik ini untuk membiasakan bikers untuk membedakan fungsi dua sisi rem saat hendak berhenti ber-akselerasi
  • Teknik “slalom” dengan cone di lintasan. Teknik ini untuk melihat kemampuan peserta menikung dengan cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya
  • Teknik berjalan di lintasan ala “bumpy-road” , teknik ini untuk membiasakan bikers untuk memberi kenyamanan saat jalan tidak mulus atau bergelombang.
  • Teknik berkendara di lintasan lurus dan sempit berupa bilah dengan asumsi kendaraan berjalan di jalan kecil dan diliputi kemacetan. Teknik ini untuk membiasakan diri bagi bikers untuk tetap dapat melakukan handling tanpa menurunkan kaki dalam kecepatan rendah.

Perangkat keamanan semacam decker lutut dan siku plus helm menjadi wajib untuk peserta pelatihan Safety Riding.

Dari materi-materi seperti inilah diharapkan muncul niatan dari para pengendara untuk membiasakan diri sendiri memberi upaya keselamatan berkendara. Gampang-gampang susah, itu ternyata pendapat yang muncul di benak peserta setelah semua sesi praktek dilapangan dilakukan.
Dari sekian banyak poin yang dipelajari peserta semua memiliki arti masing-masing dengan kesimpulan bahwa keselamatan berkendara amatlah dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan dijalan. Ya ! Semua dimulai dari diri sendiri, alangkah baiknya jika hasil kursus singkat ini dapat dibagi dengan rekan-rekan lain sesama pengendara.

Buktikan bahwa kita mampu berkendara dengan baik, tidak sembrono, tidak ugal-ugalan, patuh lalu-lintas, dan menghormati sesama pengguna jalan serta memberi contoh positif kepada sesama pengguna jalan.
Bro Subas MiRC-030. Like This Safety Riding.


Mari Kita Mulai Terapkan Arti "Safety Riding" Dalam Berkendara...


Posting by MiRC-030 (Bro Subas)
MiRC...Ride For Humanity

Tips Memilih Box : Sesuaikan Kebutuhan Bro...!

Pilih box yang pas untuk touring
Jika membaca judul diatas, “Memilih dan Memasang Box Motor Yang Sesuai” seakan kalimat tersebut belum selesai.

Ya, betul kalimat tersebut memang belum selesai, karena apa yang ingin dimaksudkan dengan kata “sesuai” sangat luas sekali. Kalau begitu, maksudnya apa?

Inilah masalahnya. Ketika seorang akan memilih dan memasang box di motornya, setidaknya ia harus bisa “menyesuaikan diri” dengan berbagai situasi dan kondisi. Terutama pada sikon “kebutuhan utama” dan “anggaran” yang tersedia.

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan antara lain ketika seorang bikers, atau pengusaha ingin pasang box di motor harus menyesuaikan kebutuhan utamanya berdasarkan jenis motornya, jenis usahanya, jarak perjalanannya, maupun anggaran yang tersedia.

Terakhir, dan ini selalu tidak pernah luput dari sebuah keputusan adalah “gaya dan selera”.

Menimbang dan memperhatikan secara seksama sebelum ambil keputusan adalah cara yang bijaksana.

Pada prinsipnya kenyamanan dan keserasian adalah tujuan ketika sebuah motor mengalami modifikasi dan menambah asesories. Namun, jika kita berbicara untuk keperluan gaya dan mode, ya sudah tentu hal ini tidak akan ada matinya.

Sudah tidak salah lagi jika pemasangan box di motor kini menjadi trend bagi kalangan bikers dan juga bagi para pengusaha. Selain dari pada aspek effisiensi dan aspek penampilan (keserasian), maka aspek teknis harus lebih dulu diperhatikan.
Check This Out (baca : cekidot bro...)
Kie Lhooo contohe... Sopo Jaal iki...(Terjemahan : Tanya MiRC-030)

Dibawah ini ada beberapa tinjauan ringkas (tips) bagaimana memilih dan memasang box motor yang bisa diaplikasikan; apakah untuk keperluan pribadi/individu, maupun untuk keperluan usaha.

Odjoe Maksa...

1. Pilih ukuran box yang pas dan cocok dengan ukuran motor yang bakal dipakai.
2. Katakan secara jujur bahwa box yang bakal dibeli “pas” dengan ukuran motor yang dimaksud.            
    Hindari masalah mubazir, salah beli atau merasa tidak pas setelah barang sudah dibeli.
3. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan seorang sohib, atau rekan yang pernah pasang box, tanyakan
    suka-dukanya atau pengalamannya selama ia pakai box di motornya.
4. Jika anggaran terbatas, maka batasi memilih box sesuai kebutuhan utama.
5. Jangan pernah memaksakan diri memilih box yang bakal menyulitkan diri-sendiri, antara lain ketika
    melakukan manuver di jalan atau saat parkir. Pertimbangkan bahwa saat ini lahan parkir motor di
    perkantoran maupun di shopping mal sudah makin sempit.
6. Pilihlah box yang berkualitas, tahan banting, dan tidak mudah rusak. Bedakan box dengan beberapa
    merek yang berbeda. Ada harga, pasti ada kualitas, tapi pikirkan anggaran dan ukuran box yang
    sangat dibutuhkan
7. Motor adalah kendaraan roda dua yang mudah mengalami kecelakaan, atau mudah terjatuh. Jadi,    
    pertimbangkan box yang bakal dipilih memiliki kualitas yang sudah teruji.

Wingrack pilihan paling baik...tapi mahal...

8. Pilih braket dari bahan besi yang kuat, tidak mudah patah. Harus diingat bahwa tumpuan beban yang
    ada di dalam box berada di braket.
9. Braket harus dikunci secara kuat/kokoh pada bagian belakang kerangka motor. Braket yang    
    terpasang jangan sampai bergoyang atau bergetar.
10. Memasang braket “simetris” mengikuti kemiringan bodi motor yang agak menungging. Penampilan
      dan keserasian membuat motor juga enak dilihat.
11. Box motor yang terpasang harus tampak menungging kedepan, karena saat motor jalan gaya    
      momentum barang didalam box bakal terpusat ke depan. Perhatikan bodi seorang bikers, mana     
      yang harus dilakoni, apakah ia harus berat kedepan atau berat kebelakang?
12. Dapatkan informasi dan silang pendapat yang objektif.
13. Hindari perasaan-perasaan yang membuat keputusan jadi tidak objektif.
14. Jika bingung dan bimbang, kembalikan permasalahan pada tujuan utama: mengapa saya     
      memerlukan box? Misalkan, pada saat ini sedang musim hujan, maka alasan utama membeli box     
      adalah untuk keperluan menyimpan jas hujan dan sepatu boot.

Liat Kantong Broooo...

15. Kros cek harga adalah hal yang wajar. Silahkan kunjungi beberapa alamat, toko, maupun bengkel     
      yang biasa menjual box motor. Pembelian dalam jumlah banyak untuk usaha bahkan bisa
      mendapatkan diskon.

      Mugi-mugi manfaat...
      Posting by MiRC-030 (Bro Subas) 

Lalu Lintas : Melanggar = Sanksi !!!

Kapok...kena tilang
Per 1 April 2010 pemerintah telah memberlakukan UU baru bagi seluruh pengendara kendaraan bermotor beroda dua. Pengendara beroda dua wajib menggunakan Helm ber-SNI. Hingga para pedagang pun tidak diperkenankan menjual Helm tanpa logo SNI. Bila tidak ? Hmmm saksi yang begitu berat .
Maksud dan tujuan saksi yang berat adalah agar pengendardan pengguna jalan disiplin berlalu lintas. Tapi tidak menutup kemungkinan peluang untuk munculnya Markus Markus baru di jalanan   Suap menyuap He he
Yuk kita tengok peraturan baru apa aja yang  diberlakukan dan saksi apa saja buat yang melanggar.
  • Helm Standar Nasional (SNI) : Wajib tuh buat pengendara dan yang dibonceng menggunakaan ato pake helm yang berlogo SNI, kalo melanggar  kena denda Rp 250.000
  • Berkendara tanpa SIM :Kontan kena denda Rp 1.000.000 ato kerangkeng selama 4 bulan bersama Bang Napi 
  • Pengendara ugal ugalan : Pengendara ato pengguna jalan yang bisa membahayakan orang ato pengendara lainnya. Kena denda Rp 750.000 atau nginep di Polsek selama 3 bulan.
  • Perhatikan pejalan kaki dan pesepeda : Wah ini kabar baik buat pengguna sepeda. Jika pengendara yang tidak memperhatikan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda akan di kenakan denda Rp 500.000 ato kurungan selama 2 bulan. 
  • Perlengkapan kendaraan : Baik motor ataupun mobil musti memenuhi syarat teknis seperti spion, klakson dan lainnya. kalo melanggar akan kena denda Rp 250.000 ato kurungan selama 1 bulan. 
  • Berkendara tanpa STNK : Pengendara yang tidak membawa STNK akan di kenakan denda Rp 500.000 ato kurungan selama 2 bulan. 
  • Nyalakan lampu pada siang hari :Kena denda Rp 100.000 ato kurungan selama 15 hari untuk pengendara motor yang tidak menyalakan lampu waktu siang hari. Makanya kalo lampu motor mati pake lilin aja.  
  • Gunakan Lampu isyarat : Pengendara jika mau belok ato balik arah tanpa isyarat lampu akan  kena denda Rp 250.000 ato kurungan selama 1 bulan. 
  • Belok kiri tidak boleh langsung :Sekarang setiap di persimpangan di larang belok kiri secara langsung, kecuali di tentukan oleh rambu lalu lintas atau pemberi isyarat lalu lintas.
Superhero aja di tilang
Tetapi perlu ditegaskan juga setiap bentuk penindakan atas pelanggaran lalu lintas yang diberikan oleh petugas yang berwajib. Sehingga efek jera akan dirasakan oleh orang yang melanggar. Dengan demikian, undang-undang lalu lintas ini tidak menjadi setumpuk berkas yang menuhin lemari arsip saja.

Briptu Eka Frestya
Tapi ngemeng-ngemeng, mau ga ya klo ditilang sama polisi ini ??
Hehhh...jawab sendiri deh...

Semoga bermanfaat...
MiRC- Ride For Humanity

Kamis, 19 Mei 2011

Etika Dalam Touring

Semua perlu etika
Etika selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Makan, minum, berbicara, berperilaku, dan lain-lain... Begitu juga apabila kita hendak melakukan touring rombongan. Berikut beberapa etika yang harus ada dalam kegiatan touring.

1.DATANG ON TIME!.
Datang sesuai dengan jadwal yang ditentukan, minimal satu jam sebelum berangkat untuk istirahat, persiapan dan briefing.

2.NYALAKAN LAMPU DEPAN DAN HAZARD!
Meski jalan di siang hari, nyalakan semua lampu depan kendaraan agar kendaran lain yang didepan atau dari arah berlawanan dapat dengan cepat mengetahui keberadaan motor kita. Juga nyalakan hazard bagi yg sudah pasang. Untuk yg gak ada hazard, pasang sen kanan. Sen dan hazard dinyalakan terus sepanjang perjalanan. Kalo mau diistirahatkan gunakan waktu ketika berhenti atau lampu merah. Karena itu kondisi aki harus diperhatikan sebelum berangkat, cek kondisi setrum dan airnya jangan sampai kurang!

3.JANGAN SALIP MENYALIP!
Ketika akan jalan, ingatkan siapa kawan di depan and dibelakang motor kita. Jadi kalo ada yg ilang satu di jalan ketauan. Jangan saling menyalip kawan di depannya kecuali diperintah sweeper. Turing bukan untuk saling menyalip,bukan balapan!, tapi kerapihan, ketertiban berkendara, dan kebersamaan.

Bukan dilihat siapa yang sampe duluan, tapi bagaimana sampe semuanya dengan selamat sampe tujuan. Jangan melakukan manuver-manuver yang ngga perlu/berbahaya, dan jangan keluar dari rombongan yang ditentukan.

Jalan di sisi jalan, jangan ditengah-tengah, ntar ketabrak! Peserta turing harus saling menjaga satu sama lain, kalau di depan motor kawan kita miring-miring ke kiri kanan, dan sweeper sedang tidak berada di sisi rombongan, tegor saja kawan kita takutnya ngantuk. Tapi juga tidak perlu ikut ngatur-ngatur barisan, terima kasih bro, but itu udah ada pembagian tugas masing-masing. Sebagai peserta rombongan cukup ikutin aturan sudah sangat membantu.

4.JAGA JARAK, SILANG !
Jaga jarak aman antar kendaraan, posisi motor dengan yang depan agak bersilangan, sehingga bisa mengantisipasi bila motor/kendaraan didepan tiba tiba melakukan manuver/rem mendadak.

5.PATUHI ATURAN LALIN !
Tetap menjaga aturan berlalulintas yang baik. Jangan mentang mentang rombongan banyak lalu melanggar rambu rambu lalu lintas dengan seenaknya, seperti terobos lampu merah, selip kiri selip kanan tanpa sein, berjalan berjejer dengan menghambat laju kendaraan dibelakangnya, dan jangan buang sampah seenaknya....


Jika vojriders terkena lampu merah sebaiknya berhenti, meski kita rombongan banyak dan ada surat jalan, polisi gak suka kalo kita terobos lampu merah. Kecuali kalo vojriders pas lampu hijau kemudian pas tengah rombongan tiba-tiba merah, agar tidak terputus bisa lanjut terus asal dijaga oleh blocker. Jadi ketika lampu lalu lintas, meski hijau blocker tetap harus siap menjaga rombongan kalo-kalo lampu merah menyala di tengah rombongan.




 


IMPORTANT !!
Mungkin nanti jika peserta ternyata banyak, akan dibagi atas dua rombongan.Ini dimaksudkan agar kontrol dapat dilakukan dengan baik dan mudah, setiap rombongan kudu bisa inget siapa siapa ajah yang masuk ke rombongannya. Jangan melakukan manuver-manuver yang ngga perlu /berbahaya,
dan jangan keluar dari rombongan yang ditentukan. Jangan melakukan balapan, karena tujuan touring adalah jalan-jalan santai, bukan untuk balapan!

Bila ngantuk berat, terjadi masalah, atau ada kerusakan motor segera beritahu sweeper dengan keluar dari barisan sambil mengacungkan tangan dan membunyikan klakson panjang, nanti sweeper akan menghampiri anda untuk menanyakan problemnya dan akan menghentikan rombongan agar menepi.

Buat Para Bonjengers / Foxy Lady, ada baiknya anda juga turut berpartisipasi dalam kegiatan perjalanan, jangan cuman sebagai penumpang ojeg doank-an . Caranya dengan aktip memberikan tanda tanda yang diperlukan bagi rombongan,seperti tanda kalo ada halangan didepan, tanda berbelok dan tanda tanda lainnya.

Apabila waktu touring jangan mengeluh, karena touring dengan rombongan memakan waktu yang lumayan lama, beda kalo jalan sendiri, waktu bisa cepat, tapi kalo tour enaknya kita bisa bareng berangkat dengan teman-teman. Belum lagi kalo ada kejadian ban kempes atau ada kejadian lainnya.

Sebelum berangkat, jangan lupa berdoa ya, semoga tidak terjadi apa-apa di jalan,selamat sehat walafiat sampai tujuan pulang dan pergi. Amin.

SEMOGA BERMANFAAT...

Tanda/ Aba-Aba Touring

Tanda/aba-aba dalam touring berkelompok (group touring) sangatlah penting. hal ini dimaksudkan untuk menyeragamkan posisi, formasi, dan peringatan pada anggota touring. Biasanya aba-aba dalam touring dijalankan oleh road captai/leader yang memimpin rombongan anggota touring.

Tanda-tanda dalam touring yang baku tidaklah ada. Tergantung pada komunitas/klub motor yang bersangkutan. tetapi pada dasarnya tujuan penggunaan adalah sama, yaitu agar posisi, formasi, dan peringatan da[at berjalan dan kemanan menjadi lebih terjamin. Bayangkan bila tidak ada suatu aba-aba dalam touring.Pasti semua menjadi semrawut dan tidak teratur. Lebih bahaya lagi bila terjadi kecelakaan yang beruntun.
Berikut tanda/ aba-aba touring yang lazim digunakan oleh suatu komunitas motor dalam melakukan touring. Check this out (baca_cekidot) bro...  





 
















Semoga bisa memberi manfaat...
MiRC...Ride For Humanity.

Rabu, 18 Mei 2011

Jenis-Jenis Helm : Kelebihan dan Kekurangannya

Mungkin bagi sebagian besar pengendara motor sudah mengetahui fungsi dan kegunaan helm. Selain untuk menahan terpaan angin, helm juga memiliki fungsi yang jauh lebih mulia, yaitu menyelamatkan jiwa pemakainya jika terjadi kecelakaan. Salah satu syarat yang harus dipenuhi dari helm standard di Indonesia adalah adanya logo SNI yang tertempel atau tercetak di helm tersebut.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa helm tidak saja berfungsi untuk menyelamatkan jiwa si pengendara, tetapi juga mampu mengurangi cedera yang dialami ketika terjadi kecelakaan. Bagian yang paling rentan mengalami luka adalah muka, kepala bagian atas dan leher. Oleh karena itu sebuah helm yang baik adalah helm yang bisa melindungi ketiga bagian kepala tersebut.

Mari kita mengenal jenis-jenis helm yang ada dan apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis helm tersebut.
1. Helm Cetok/Shorty Helmet
Helm Cetok

Kelebihan: Mampu melindungi bagian atas kepala meski dengan tingkat perlindungan yang sangat minim. Helm jenis ini dirancang untuk memudahkan penglihatan dan pendengaran penggunanya. Helm ini mudah dibawa dan disimpan karena bentuknya yang simple. Harga helm jenis ini biasanya murah.
Kekurangan: Dengan tidak adanya bagian yang menutupi telinga, helm ini bisa membahayakan pendengaran pengunanya akibat suara noise yang ditimbulkan ketika berkendara. Helm ini tidak memberikan proteksi yang baik terhadap kepala. Fungsi helm ini tak ubahnya topi saja.

2. Helm Half-Face / Open face
Helm Half-Face

Kelebihan: Melindungi bagian atas, samping (telinga) dan belakang kepala (leher). Helm jenis ini memberikan perlindungan yang seidkit lebih baik dibanding helm ”cetok”. Mudah dipakai dan dilepas. Beberapa helm jenis ini dilengkapi dengan bantalan dari bahan kulit pada bagian telinganya.
Kekurangan: Suara noise dari luar masih tetap masuk ke telinga. Tidak bisa memberikan perlindungan yang memadai bagi kepala, khususnya bagian muka, dagu, gigi, hidung, leher dan mata. Karena tidak dilengkapi dengan kaca pelindung pada bagian depannya, maka helm ini tidak bisa melindungi pemakainya dari hujan, debu, angin, serangga bahkan kerikil kecil yang beterbangan di jalan.

3. Helm ¾ / Modular Helmet
Heml 3/4

Kelebihan: Mampu melindungi bagian kepala, muka, leher, telinga dan mata. Helm jenis ini berada pada posisi ketiga helm yang cukup aman. Dengan kaca pelindung yang mudah dibuka-tutup, pemakai bisa dengan mudah makan, minum, memotret atau merokok sekalipun. Kaca pelindungnya juga bisa berfungsi untuk melindungi diri dari hujan, debu dan angin. Helm jenis ini sedikit lebih mahal dibanding jenis half-face.
Kekurangan: Karena desainnya semi terbuka, maka akan menimbulkan efek dengung di telingan pemakainya. Kurang memberikan perlindungan terhadap muka, dagu, gigi dan hidung.



4.Helm Full-face
Helm Full Face

Kelebihan: Helm jenis ini adalah helm yang paling aman untuk digunakan pengendara motor. Helm ini mampu melindungi muka, kepala, leher, telinga, dan dagu dengan sempurna. Helm ini juga aman dipakai di saat hujan serta melindungi kita dari debu, kerikil atau serangga di jalan. Helm jenis ini mampu melindungi pemakainya dari cedera yang tidak diinginkan saat terjadi kecelakaan.
Kekurangan: Karena tertutup rapat, si pemakai sulit untuk bisa mendengar suara sekelilingnya. Tidak praktis kalau kita ingin makan atau minum di tengah jalan. Bagi pengguna kacamata, helm jenis ini sangat tidak nyaman digunakan. Harga relatif lebih mahal dibanding jenis lain.

 
5.Helm Flip-Up
Helm Flip-Up

Kelebihan: Hampir sama dengan helm jenis Full-face, hanya saja helm jenis ini memiliki bagian depan yang bisa diputar ke atas (flip-up). Sehingga bisa memudahkan pemakainya untukmakan, minum atau merokok tanpa harus melepas helm. Helm jenis ini mampu memberikan perlindungan yang cukup baik, sama halnya dengan jenis full-face.
Kekurangan: Karena bagian depannya bisa dibuka-tutup, maka ada kemungkinan bagian tersebut jadi terbuka ketika terjadi kecelakaan sehingga bisa melukai bagian muka dan dagu. Harga helm jenis ini bisanya lebih mahal dibanding jenis full-face.



Jangan lupa logo SNI !
Nah...klo ini masuk jenis yang mana ya?

Semoga bisa menambah wawasan kita dalam berkendara dan menyadarkan akan pentingnya helm sebagai salah satu safety gear dalam berkendara....

Mari kita dukung gerakan Safety Riding karena keluarga sedang menanti anda di rumah.

Ride For Humanity, Malahayati Brotherhood...

Angin Ban Lebih Bagus Pakai Nitrogen. Benarkah?



Beragam persepsi muncul soal penggunaan gas nitrogen pada ban kendaraan.  Sebagian besar menyatakan penggunaan nitrogen membuat ban lebih empuk, benarkah? Malah ada yang berkomentar dan menyatakan, kendaran jadi hemat bahan bakar. Padahal itu salah besar.
Udara yang kita hirup sehari-hari sebanyak 78% adalah nitrogen. Unsur oksigen justru kurang dari 21%. Sisanya adalah uap air, CO2 dan konsentrasi gas mulia seperti argon dan neon bisa kita abaikan keberadaannya.

Penggunaan Nitrogen pada ban awalnya digunakan untuk keperluan balap. Nitrogen memiliki molekul yang lebih padat. Oleh karena itu, nitrogen tidak mudah menyusup keluar dibanding udara. Oleh karena itu, jika tidak ada kebocoran, tekanan ban berisi nitrogen lebih awet dibanding udara. Hal ini penting di arena balap karena perbedaan tekanan ban 0,5 Psi saja sangat berpengaruh pada performa saat melibas tikungan.
Karena lebih padat, pengisian dengan nitrogen jauh lebih cepat dibanding dengan udara sehingga menghemat waktu. Ini penting di sebuah kompetisi balap, karena perbedaan 1/1000 detik saja mampu menentukan sebuah kemenangan.
Gas Nitrogen

Di arena balap Formula 1, kita kerap menyaksikan para kru membungkus ban dengan jaket penghangat ban. Tujuannya agar suhu ban sesuai dengan temperatur kerja optimalnya. Ban yang terlalu dingin membuat tapak ban menjadi keras sehingga daya cengkram berkurang. Sebaliknya, jika ban terlalu panas membuat udara dalam ban memuai dan berpotensi meledak. Nitrogen yang memiliki sifat dingin membuat suhu bagian dalam ban relatif lebih rendah meski tapak ban dalam kondisi panas. Alhasil, tekanan ban lebih stabil sehingga pembalap lebih mudah 'mengenali' karakter ban tanpa terinfeksi perubahan performa akibat perubahan suhu.
Kandungan air (walaupun berbentuk uap) dalam udara merupakan sesuatu yang buruk jka berada di dalam ban. Ia mampu mengundang terjadinya korosi pada velg besi maupun aluminium. Kandungan air dalam udara juga membuat tekanan ban mudah terpengaruh akibat panas dibanding udara tanpa kandungan air.

Padahal tidak semua kompresor udara yang ada di pinggir jalan dilengkapi filter penyaring uap air.Bahkan pernah ada kasus di mana pemilik kendaraan menemui kondisi ban kendaraannya berisi air. Mungkin benda cair ini masuk saat pemompaan dengan tabung kompresor berisi air akibat proses kondensasi yang berkepanjangan.
Hal ini tak akan terjadi jika kita mengisi ban dengan nitrogen. Karena saat mengganti pertama kali dengan nitrogen, bengkel umumnya akan melakukan pengurasan berkali-kali sehingga akan mengurangi kandungan oksigen yang berpotensi mengundang hadirnya uap air untuk digantikan dengan nitrogen murni yang bersifat kering sehingga mampu mencegah timbulnya korosi.
Soal performa ban yang dikatakan menjadi lebih empuk oleh sebagian besar penggunanya? Itu hanya sugesti saja dan secara teknis tak ada kaitannya. Karena tekanan 30 PSI, tak peduli ia berisi nitrogen, oksigen, bahkan diisi LPG sekalipun akan tetap 30 PSI, alias tak akan menjadi lebih empuk. 

Mangtafff...
Pada dasarnya kita tak akan bisa merasakan perbedaan ban yang diisi oleh udara atau dengan nitrogen kecuali tekanan udara dalam ban jauh dari yang diijinkan. Jadi, jika suatu saat Anda terpaksa mengisi ban kendaraan dengan angin biasa karena tak tersedianya nitrogen, lakukan saja. Anda bisa menggantinya lagi jika menemukan bengkel yang menyediakan.

Semoga bermanfaat, mohon maaf klo repost…Ada yang berpendapat lain? Share aja...

Jarak Aman & Istilah PetugasTouring

Posting ini adalah lanjutan dari posting tentang touring, mengenai jarak aman dan susunan petugas pada saat melakukan touring.

Jarak itu Penting
Jarak Aman Touring
Sebaiknya jaga jarak aman antar kendaraan, untuk kecepatan s/d 70 kph  jarak aman adalah 3-5 meter, untuk kecepatan diatas 70 kph sebaiknya jarak antar kendaraan lebih 5 meter, sehingga bisa mengantisipasi bila motor/kendaraan didepan tiba-tiba melakukan manuver/rem mendadak. Tetap menjaga etika berlalulintas yang baik.

Untuk melakukan touring dengan jumlah rombongan banyak ada baiknya semua motor menyalakan lampu depan kendaraan. Hal ini penting supaya kendaran lain yang didepan atau dari arah berlawanan dapat dengan cepat mengetahui keberadaan motor kita.



Istilah Petugas Touring
Petugas Touring

1.Fore Rider
Kalau orang belanda bilang Vojriders … jadi betawi jadi poreder yaitu orang yang punya tugas berada paling depan dari rombongan yang berjarak paling dekat 20 meter dan paling jauh 50 meteran. Tugas fore rider adalah sebagai pembuka jalan pertama atau anggota rombongan yg pertama kali mengecek keberadaan jalan yang dilalui oleh rombongan. dan memberitahu kepada Road Captain (RC)/Leader setiap ada sesuatu yang penting bila ada alat komunikasi atau pakai kode kode tertentu.
2.Road Captain (RC)/ Leader
Dia adalah orang yg bertugas memimpin rombongan saat berjalan beriringan, bisa jadi di ibarat kan induk nya anak bebek. Semua kode kodenya wajib di lihat dan diberitahukan kepada anggota lainnya. Misal ada belokan, ada jalan rusak, sampai jalan 1 beriringan atau 2 beriringan.
3.Blocker
Blocker adalah orang yg bertugas di sisi luar barisan rombongan dan tentu saja ada beberapa blocker yg kita kenal : Blocker Kanan Depan, Blocker Kiri Depan, Blocker Kanan Belakang, Blocker Kiri Belakang, semua bekerja sesuai fungsi masing masing. Tugas blocker sangat berat butuh mental yang kuat, dan fisik prima, handling berkendara yang bagus dan bernyali gede.
4.Sweeper
Sweeper adalah petugas penutup rombongan saat sedang konvoi sehingga tidak ada yang tertinggal atau tercecer. Juga sebagai pemberi tanda apa bila ada rombongan didepan pada pengendara jalan yang lain. Posisinya selalu paling belakang. biasanya banyak mengetahui mesin (jadi kalau ada yang mogok bisa bantu betulin).
5.Anggota
Jelas ini adalah rombongan nya yg lewat jalan seperti rombongan semut yang meluncur mengikuti kode kode dari leader. anggota group wajib mengikuti kode dari leader sehingga anggota lain di belakang tidak masuk lobang atau meleng ketika ada pemandangan aduhai. bisa berakibat fatal.

Catatan : pengaturan penggunaan guard ada kriterianya melihat kondisi jalan tujuan dan jumlah rombongan.

*) Ini dari sudut pandang penulis. Monggo yang mau comment...Semoga bermanfaat.

Tips Touring Dengan Sepeda Motor

3rd MiRC Touring
Touring merupakan kegiatan yang sudah tidak bisa dipisahkan lagi dengan komunitas motor. Bisa dikatakan belum disebut suatu komunitas/klub motor kalau belum touring. Dalam touring, setiap individu sebaiknya mempersiapkan dengan sebaik-baiknya kondisi fisik baik kendaraan yang dipakai maupun fisik individu masing-masing, terutama jika kita melakukan touring dengan jarak yang jauh dan dibutuhkan waktu cukup lama sedikitnya 3-4 jam perjalanan. Sebelum melakukan perjalanan sebaiknya makan seperlunya (paling tidak perut telah diisi). Setelah itu perlu dipersiapkan perlengkapan individu maupun kendaraan.
Perlengkapan berkendara individu :
1.Jaket : sebaiknya gunakan jaket yang pas dengan badan kita, agar tidak berkibar-kibar. Hal ini dapat memepngaruhi hambatan angin yang ditimbulkan, dan mempengaruhi kecepatan.
2.Jas hujan : sebaiknya pilih jas hujan model terpisah antara baju dengan celana, kalo perlu yang ada penutup sepatu.
3.Sarung tangan : digunakan supaya tangan kita terhindar dari udara dingin yang menyebabkan keram dan juga panas matahari.
4.Sepatu : sebaiknya pilih yang modelnya menutupi mata kaki kita.
5.Helm : sebaiknya gunakan yang model full-face, atau paling ngga helm yang dapat menutupi sampai ke telinga kita.
6.Alat Komunikasi : gunakan alat komunikasi seperti HP atau radio panggil dua arah, berfungsi untuk memberitahukan jika ada kejadian selama touring seperti ada peserta yang mengalami masalah.
7.Surat kendaraan : seperti SIM, STNK dan KTP
8.Tools motor : cukup membawa tools standar dari dealer motor.
9.Sparepart cadangan : seperti busi cadangan yang masih bagus, lap kering, amplas, bohlam sein, kabel kopling cadangan, kabel gas cadangan, tools untuk tambal ban buat yg tubles dan ban dalam buat yang tidak tubles, dsbnya

Untuk kesiapan kendaraan, kita jangan lupa untuk melakukan pengecekan kendaraan yang kita bawa, antara lain :
1.Cek oli mesin, karena oli dapat menguap sehingga oli dapat berkurang.
2.Cek kerenggangan rantai motor.
3.Cek kabel gas.
4.Cek kabel kopling.
5.Cek ban, jika kembang pada bagian tengah sudah hampir tidak terlihat/gundul,sebaiknya anda memikirkan kembali untuk melakukan touring, karena apa bila dalam kondisi hujan akan sangat berbahaya.
6.Cek kondisi lampu-lampu kendaraan, terutama lampu depan (headlamp), lampu belakang, lampu sein.
7.Ada baiknya untuk memeriksakan kondisi kendaraan/motor langsung ke bengkel kepercayaan sebelum touring.

btw...jangan lupa, syarat lain yang ga bisa dilupakan adalah mendapat izin dari orang rumah...hehehehe (susis euy..)

Semoga bermanfaat
MiRC : Ride For Humanity

Tips Merawat Kaca Helm

Kaca Helm
Helm adalah piranti keselamatan mutlak bagi pengguna motor. Fungsi helm bukan hanya sebagai pelindung kepala, tetapi juga mata. Bila kacanya kotor, itu bisa mengganggu konsentrasi. Selain karena kotor, konsentrasi juga bisaterganggu karena jenis kaca (visor) yang dipakai terlalu gelap atau berwarna. Supaya bisa memperhatikan pandangan ke depan dengan jelas, tentu kaca helm dirawat dan diperhatikan kondisinya agar selalu fit.

Saat ini banyak jenis kaca helm. Untuk membedakannya mudah, lihatlah dari warnanya. Ada bening (clear), smokey yang light atau dark (gelap), dan pelangi (rainbow). Untuk yang berwarna, dipakai siang hari, karena berfungsi sebagai penahan sinar matahari agar tidak silau, sementara untuk malam pilih kaca helm bening.

Sementara ada lagi helm yang menggunakan double visor, selain menggunakan kaca bening, di dalamnya ada lagi pelindung sinar yang mirip kacamata hitam, agar menahan teriknya sinar matahari.

Lantas, bagaimana merawatnya?
Masalah perawatan, semua merek sama perawatannya. Hindari pemakaian (zat) kimia, seperti alkohol. Sebab, kaca helm dari polycarbonate akan buram jika terkena itu. Cukup dengan menggunakan air yang bersih dan sabun cair, komposisikan keduanya. Disarankan jangan menggunakan detergen, sebab detergen punya butiran kasar yang bisa merusak kaca.
Sebaiknya jangan membersihkan visor/kaca dalam kondisi kering. Sebab, butiran atau debu bisa melukai kaca yang terbuat dari polycarbonate. Meskipun kaca helm terlapisi anti-baret (anti-scratch) atau anti-kabut (anti-fog), tetap saja rusak bila digerus sekalipun menggunakan tisu atau busa.

Lebih amannya, kaca helm dilepas dulu. Jika sulit melepaskannya, siram kaca dengan guyuran air dari selang. Jika kotoran sudah lama, bisa pakai tisu, tapi basahi dulu. Setelah itu tempelkan ke visor (jangan digosok) dan angkat setelah beberapa lama. Ulangi beberapa kali sampai kerak kotoran melunak. Setelah itu, siram dengan air dan keringkan pakai kain khusus pengering.

Jangan pernah menggunakan Cairan pengilap/Kit pada Visor/kaca. Segera lap dan keringkan kaca helm setelah kehujanan, karena derajat asam dari air hujan akan membuat jamur pada kaca.

Semoga bermanfaat. Salam MiRC : Ride For Humanity...

Jumat, 13 Mei 2011

Struktur Organisasi MiRC

Suatu organisasi membutuhkan struktur yang berfungsi untuk menjalankan perputaran kegiatan yang ada di organisasi tersebut. MiRC juga memiliki struktur kepengurusan dari organisasinya. Untuk Periode 2011-2013 diangkat dan ditetapkan sebagai Badan Pengurus MiRC Lampung adalah sebagai berikut :
a. Pelindung         : Muhammad Khadafi, SH., MH.
b. Ketua Umum   : Kusnadi
c. Ketua Harian   : Robby Candra Purnama

Struktur Organisasi MiRC


Badan Pengurus MiRC Lampung mengangkat dan menetapkan bidang pembantu kepengurusan MiRC periode 2011-2012 dengan susunan di bawah ini:
a. Sekretaris         : Chipto Sofyan
b. Bendahara        : Ali Munsiri
c. Divisi Humas dan Publikasi : Gustian
   Anggota         : Rahmad Ramadhan
d. Divisi Operasional     : Agus Priyono
   Anggota         : Bayu Yudistira, Made Diarse
e. Divisi Tata Tertib dan Peraturan : Wijiono
   Anggota         : Badan Pengurus
f. Divisi Sosial Kerohanian : Jajang
   Anggota         : Arif Januardi
g. Divisi Touring     : Ruhiyat Aditya
   Anggota         : Al- Amin, Willy
h. Divisi Informasi dan Teknologi : Alwi Ismail
   Anggota          : Yanggi Achmad

Untuk pengurus MiRC 2011-2013 semoga bisa memajukan komunitas kita menjadi komunitas pengendara roda dua yang konsisten menerapkan visi dan misinya...(serius banget ya_red)

Simbol MiRC

Sebuah komunitas selalu identik dengn simbol (ada yang bilang logo, lambang, etc). Simbol dapat didefinisikan sebagai lambang yang mewakili nilai-nilai tertentu. Meskipun simbol bukanlah nilai itu sendiri, namun simbol sangatlah dibutuhkan untuk kepentingan penghayatan akan nilai-nilai yang diwakilinya. Simbol dapat digunakan untuk keperluan apa saja. Semisal ilmu pengetahuan, kehidupan sosial, juga keagamaan. Bentuk simbol tak hanya berupa benda kasat mata, namun juga melalui gerakan dan ucapan. Simbol juga dijadikan sebagai salah satu infrastruktur bahasa.

Demikian halnya dengan Malahayati Rider Community (MiRC) juga memiliki simbol dan kami beri nama "THE KNIGHT"..


Arti dari simbol ini adalah :
Perisai : Perlindungan bagi setiap anggota komunitas khususnya, dan masyarakat pada umumnya
Helm : Perlindungan yang wajib digunakan pengendara sepeda motor sebagai salah satu upaya safety riding. 
Bendera : Perlambangan yang mengartikan persaudaraan antar komunitas
Exhaust : Bentuk dari komunitas otomotif/ sepeda motor.
Warna Kuning : Melambangkan sifat elegan dalam berkendara yang berarti mematuhi peraturan lalu lintas.
Warna Hitam : Melambangkan sikap tegas dalam menegakkan peraturan yang tercantum dalam AD/ART.

Semoga MiRC menjadi salah satu komunitas pengendara roda dua yang bisa diandalkan oleh semua pihak. Amiiiiinnnn....

Sejarah Singkat MiRC

Homebase of MiRC
Malahayati Rider Community (MiRC) Lampung bermula dari ide ringan 5 orang pengendara sepeda motor dari lingkungan Universitas Malahayati Bandar Lampung yang ingin sekali berkendara dengan aman, nyaman, dan cepat. Mereka adalah Pak Kusnadi (ga berani panggil bro..soalnya kepala suku, he2), Bro Robby, Bro Chipto, Bro Alwi, dan Bro Gustian. Dengan segala upaya mereka ingin menerapkan konsep safety riding dalam kesehariannya yang kemudian dituangkan dalam suatu simbol. Setelah melalui berbagai macam ide dan modifikasi, pada tanggal 15 November 2010 dihasilkanlah simbol yang dirasa cukup untuk mewakili apresiasi dari ide yang diinginkan. Simbol ini kemudian ditetapkan sebagai logo MiRC.

Touring to Kiluan Bay feat HMPC Lampung
Pada tanggal 15 Februari 2011, MiRC (Bro Robby, Bro Alwi, dan Bro Gustian) mendapatkan kesempatan untuk touring gabungan dengan Honda Mega Pro Club (HMPC) Chapter Lampung dibawah kepemimpinan Bro Junaidy. Tujuan touring adalah ujung selatan propinsi Lampung tepatnya Teluk Kiluan (paradise in our land...brothers). Melalui berbagai medan mulai dari jalan berliku, berbatu, berlubang, tanjakan dan turunan curam, MiRC belajar banyak tentang cara touring yang mengutamakan safety riding. Touring berjalan tanpa ada hambatan yang berarti sampai akhirnya MiRC + HMPC Lampung dapat kembali ke Bandar Lampung dengan selamat. Thank's a lot for to HMPC Chapter Lampung.

Seiring berjalannya waktu, beberapa karyawan dan mahasiswa berkeinginan untuk bergabung dengan MiRC. Sampai akhirnya pada tanggal 17 April 2011, disertai dengan pembahasan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), maka  MiRC resmi mendeklarasikan diri sebagai salah satu komunitas pecinta kendaraan roda dua yang berada di propinsi paling selatan dari pulau sumatera denagn jumlah anggota sebanayk 23 orang. Mengusung semangat yang kuat untuk berkendara dengan aman, dalam deklarasi ditetapkan pula struktur kepengurusan untuk MiRC selama 2 tahun masa jabatan. Selain itu juga MiRC menelurkan suatu ide yang kemudian dituangkan dalam bentuk motto komunitas yaitu Ride For Humanity atau berkendara untuk kemanusiaan.

Semoga MiRC bisa menjadi salah satu komunitas pengendara roda dua yang bisa menjadi contoh untuk menerapkan safety riding dan memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan. Salam MiRC, Ride For Humanity, 'n keep brotherhood.

Sebaskom Kapur Segenggam Sirih


Komunitas ini berbentuk kesatuan yang didirikan tanggal 17 April 2011 dan diberi nama Malahayati Rider Community (selanjutnya disingkat MiRC), memiliki motto “Ride For Humanity” , memiliki ruang lingkup pegawai, mahasiswa dan alumni di lingkungan Universitas Malahayati Bandar Lampung.

Memiliki semangat untuk berkendara dengan aman, nyaman, dan cepat. Menjalin persaudaraan baik dengan sesama anggota MiRC maupun dengan semua komunitas lain. 
Always keep brotherhood. On the road, in the heart.